04 September 2009

03 September 2009

Pengalaman Gempa

Terkait gempa Tasikmalaya 2 September, gua mau berbagi cerita nih. Gempanya juga terasa sampai rumah gua di Ciledug, Banten (tuh kerasa sampai Banten). Begini nih :

Abis gua pulang sekolahkan ibu gua beli celana, nah ternyata celana tuh ga muat di badan . Ya udah akhirnya gua sama ibu pergi ke CBD Ciledug tempat ibu beli celana tadi buat nuker, alhamdulillah rumahnya dekat dari sana jadi bisa dituker. Ketika sedang menukar celana kejadian itu terjadi, pertama ibu milih celana dulu yang mana kira - kira yang bagus dan muat. Nah, mas-mas penjaga konter celana tuh gua liat melotot ngeliatin lift atau apa gua ga tau. Kirain ada lift putus atau orang jatoh (naujubillah), pertama dirasain kok kayak goyang, apa ada yang dorong??? eh ternyata si mas teriak"GEMPAAAAAAAA". Paniklah semua pengunjung disana, tanpa pikir panjang langsung aja gua melakukan tradisi gempa Internasional yaitu LARI, waaaa semua pengunjung pada keluar gedung.

Semuanya dah panik banget hingga mengakinatkan konvoi yang panjaangnyaaaaaa dan senampan risol jatoh dideket tangga. Sampe di luar dah Alhamdulillah dah pada selamat, eh eh niatnya tadi mau langsung pulang aja ternyata ibu masih megang celana yang tadi mau dipilih tapi belon dibayar. Yaudahlah kita balik lagi kedalem buat melanjutkan sesi penukaran tadi. Sempe rumah nih kaki langsung lemesss.

Gempa Tasikmalaya

Gempa kembali mengguncang Indonesia, 2 September 20o9 lalu gempa berkekuatan 7.3 skala richter berpusat di 142 KM barat daya Tasikmalaya, Jawa Barat mengguncang pukul 14.55 WIB. Gempa tersebut awalnya berpotensi tsunami namun pernyataan itu dicabut oleh BMG satu jam setelahnya. Gempa tersebut juga terasa hingga Yogyakarta, Jawa Tengah, Bali, Nusa Tenggara, sampai Jakarta.

Pusat Pengendalian Krisis (PPK) Departemen Kesehatan mencatat hingga pukul 22.00 WIB jumlah korban yang meninggal dunia akibat gempa yang mengguncang sebagian wilayah Jawa Barat dan DKI Jakarta, Rabu (2/9) pukul 14.55 WIB dilaporkan sebanyak 33 orang.

Selain itu, menurut Kepala PPK Departemen Kesehatan Rustam S Pakaya di Jakarta, Rabu malam, gempa berkekuatan 7,3 Skala Richter yang berpusat di 142 km barat daya Tasikmalaya, Jawa Barat, tersebut juga menyebabkan 305 orang terluka dan 40 orang hilang.

Jumlah korban meninggal dunia di Provinsi Jawa Barat dilaporkan sebanyak 32 orang dengan rincian enam orang di Kabupaten Bandung, 11 orang di Cianjur, empat orang di Garut, tiga di Kabupaten Tasikmalaya, satu orang di Kota Tasikmalaya, enam orang di Banjar dan satu orang di Sukabumi. Guncangan gempa juga menyebabkan satu orang meninggal dunia dan 38 orang terluka di DKI Jakarta.

Gempa juga mengakibatkan rumah penduduk dan bangunan publik rusak. Departemen Kesehatan dan Dinas Kesehatan setempat, kata Rustam, telah mengirimkan tim medis dan bantuan logistik yang dibutuhkan untuk menangani korban bencana."Sampai sekarang keadaan masih terkendali," kata Rustam.